publik network

VIDEO

Loading...

makalah ekonomi mikro

on Minggu, 30 Mei 2010

BAB I
PENDAHULUAN

1. Pengertian Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi adalah suatu studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tak terbatas.
a. Kelangkaan (Scarcity)
Sumber daya yang tersedia bagi masyarakat terbatas, sedangkan keinginan masyarakat relatif tidak terbatas. Kelangkaan mencakup kuantitas, kualitas, tempat dan waktu. Sesuatu tidak akan langka kalau jumlah (kuantitas) yang tersedia sesuai dengan kebutuhan, berkualitas baik, tersedia dimana saja (disetiap tempat) dan kapan saja (waktu dibutuhkan).
Udara (oksigen) untuk pernapasan manusia, di pedesaan yang masih hijau dan bersih, belum langka. Sebab tersedia dalam jumlah banyak, berkualitas baik, tersedia dimana saja dan kapan saja. Karena itu mereka –mereka yang tinggal dipedesaan tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi pernapasannya.

b. Pilihan – Plihan (Choices)
Dalam setiap masyarakat selalu didapai bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas untuk menikmati berbagai jenis barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sebaiknya dilain pihak, sumber – sumber daya atau faktor. Faktor produsi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas.
c. Biaya Peluang (Opportunity Cost)
Ilmu ekonomi memandang manusia sebagai makhluk rasional. Pilihan yang berdasarkan pertimbangan untung rugi, dengan membandingkan biaya yang harus dikeluarkan dan hasil yang akan diperoleh. Biaya yang dimaksud dalam konsep ekonomi adalah biaya peluang. Yang dimaksud biaya peluang adalah biaya yang dikorbankan untuk menggunakan sumber daya bagi tujuan tertentu yang diukur dengan manfaat yang dilepasnya karena tidak menggunakan untuk tujuan lain, dengan kata lain diukur dengan satuan komoditi yang seharusnya bisa diperoleh.




2. Masalah – Masalah Ekonomi
Definisi diatas maslah ekonomi adalah masalah pilihan alokasi sumber daya yang langka. Ilmu ekonomi senantiasa bermanfaat selama masalah yang dihadapi alokasi sumber daya yang langka. Sumber daya yang tidak langka tidak perlu dibicarakan dalam ilmu ekonomi. Udara segar dipedesaan seperti di contohkan tadi tidak dibicarakan dalam ilmu ekonomi.
a. Apa dan berapa banyak barang yang akan diproduksikan
Produksi berupa barang dan jasa adalah hasil transformasi berbagai faktor produksi. Barang dan jasa memberikan kegunaan / manfaat bagi pemakai atau konsumen.
b. Bagaimana cara memproduksi barang tersebut ?
Setelah memutuskan barang dan jasa apa saja yang harus diproduksi, pertanyaan berikut adalah bagaimana memproduksinya ? metode teknologi apa yang digunakan dalam proses produksi ? Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi.
c. Untuk siapa barang dan jasa di produksi ?
Pertanyaan ini berdimensi keadilan dan pemerataan. Apa gunanya produksi melimpah karena menggunakan teknologi tinggi, berskala besar dan efisien bila hanya dinikmati sebagian anggota masyarakat saja ? Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat yang bersangkutan.
3. Barang dan Jasa
Barang adalah benda – benda yang berwujud dan tidak berwujud, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang aksi memenuhi kebutuhan aksi masyarakat. Sedangkan jasa tidak dapat digolongkan sebagai suatu barang karena tidak berwujud tetapi dapat memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
4. Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
Proses alokasi sumber daya secara efisien ditingkat individu perusahaan dan industri dibahas dalam teori ekonomi mikro, efisiensi ditingkat mikro oklum tentu baik untuk keseluruhan ternyata pilihan teknologi pemilik modal memungkinkan efisiensi tingkat industri, tetpai tidak secara keseluruhan, banyak sumber daya manusia yang tidak teralokasi.
Karena sumber daya terbatas semua masyarakat dimanapun menghadapi masalah pengambilan tentang apa yang harus diproduksi dan bagaimana membagi produk tersebut dikalangan anggota masyarakatnya. Berbagai masyarakat bisa berbeda dalam hal siapa yang menentukan pilihan dan bagaimana pilihan tersebut ditentukan. Namun yang jelas, kebutuhan untuk memilih berlaku umum bagi semuanya. Sebagaimana halnya kelangkaan menunjukkan adanya kebutuhan untuk memilih, demikian juga pilihaan secara tidak langsung adanya biaya.
Walaupun ilmu ekonomi modern bersifat kompleks, banyak keputusan dasar yang harus diambil oleh konsumen dan produsen tidaklan berbda dengan keputusan – keputusan yang diambil dalam situasi ekonomi primitif, dimana masyarakat bekerja dengan peralatan yang sedikit dengan sederhana serta melakukan barter diantara mereka sendiri begitu juga sistem ekonomi kapitalis, sosialis dan komunis tidak berbeda dalam kebutuhan mereka untuk memecahkan masalah – masalah dasar yang sama. Memang mereka tentu saja berbeda dalam cara memecahkan masalah.
Kebanyakan masalah yang dipelajari oleh para ahli ekonomi bisa dikelompokkan kedalam 3 (tiga) kategori pokok. Alokasi sumber daya yang terbatas pada beberapa kebutuhan alternatif disebut alokasi sumber daya. Alokasi ini menentukan kuantitas berbagai barang yang diproduksi. Memilih untuk memproduksi barang mengapa ? karena
Memproduksi satu jenis dalam jumlah banyak mengharuskan kita bahwa banyak sumber daya yang harus dialokasikan untuk memproduksinya.
Teori Ekonomi Mikro
Teori ekonomi mikro sesuai dengan namanya (Mikro) dapat diartikan sebagai “ Ilmu Ekonomi Kecil “ . berdasarkan pada corak dan ruang lingkup analisisnya, teori ekonomi mikro diartikan sebagai “ Bagian Dari Ilmu ekonomi yang Menganalisis Mengenai Bagian – Bagian Kedil dari Keseluruhan Kegiatan Perekonomian “.
Ada beberapa aspek yang dianalisis teori ekonomi mikro, 3 (tiga) aspek penting adalah sebagai berikut :
1. Interaksi di pasar barang
2. Tingkah laku pembeli dan penjual.
3. Interaksi di pasar teratur produksi
Teori ekonomi mikro sebagai penetapan harga dan jumlah dalam masing – masing pasar serta hubungan antara pasar. Jadi ilmu ini mengamati hal –hal yang rinci dalam suatu ekonomi pasar. Misalnya, disini dipertanyakan berapa banyak tenaga kerja yang berada di industri makanan cepat hidang dan mengapa sekarang ini tumbuh dengan cepat. Selain itu dipertanyakan juga harga – harga jenis barang, mengapa harga naik sementara yang lainnya turun. Para ahli ekonomi yang tertarik pada mikro ekonomi menganalisis bagaimana rekasi harga dan out put terhadap kejadian - kejadian dipasar lain atau oleh kebijaksanaan pemerintah.
Teori Ekonomi Makro
Sesuai dengan namanya pula “ Makro “ berarti besar dengan demikian, teori ekonomi makro menganalisis keseluruhan kegiatan perekonomian, bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit – unit kecil dalam perekonomian.
Ada beberapa aspek yang dianalisis dari teori ekonomi makro, antara lain yaitu sebagai berikut :
1. Penentuan tingkat kegiatan perekonomian negara.
2. Pengeluaran agregat.
3. Mengatasi pengangguran dan inflasi
Ilmu ekonomi makro memusatkan perhatian pada agregat yang lebih luas. Ilmu ini mengamati hal – hal seperti jumlah orang yang bekerja dan menganggur tingkat harga rata – rata dan bagaimana perubahannya setiap waktu, output nasional dan konsumsi agregat. Ekonomi makro mempermasalahkan apa yang mempengaruhi berbagai agregat ini dan bagaimana reaksi mereka terhadap kondisi – kondisi yang berubah.
5. Metodologi Ilmu Ekonomi
a. Teori Ekonomi
Ilmu ekonomi menaruh perhatian besar terhadap kemampuan memberikan penjelasan dan prediksi atau gejala-gejala yang diamati. Misalnya mengapa bila suatu harga barang naik, permintaannya cenderung menurun.
b. Model Ekonomi
Berdasarkan teori ilmu ekonomi, disusun model ekonomi yang merupakan pernyataan formasi sebuah teori. Model ekonomi dapat dipresentasikan secara verbal, digramatis, dan matematis.
c. Metode Deduktif
Metode deduktif adalah metode pengambilan kesimpulan untuk hal – hal khusus berdasarkan kesimpulan yang bersifat umum misalnya secara umum disimpulkan bila harga suatu barang meningkat, permintaan terhadapnya menurun. Pada awalnya metodologi ilmu ekonomi adalah deduktif tetapi dalam perkembangan selanjutnya metode ini tidak mampu lagi menjelaskan fenomena – fenomena ekonomi.



6. Pertanyaan Diskusi
1. Sebutkan 3 (tiga) masalah pokok perekonomian dan jelaskan !
2. Masalah pokok yang dipelajari di dalam ilmu ekonomi adalah masalah kelangkaan (Scarcity). Apa yang dimaksud dengan kelangkaan ?
3. Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi ?
4. Jelaskan topik utama yang dipelajari dalam ekonomi mikro !
5. Apa yang dimaksud dengan biaya peluang ?

Pembahasan
1. Kelangkaan (Scarcity)
a. Kelangkaan
Kelangkaan mencakup kuantitas, kualitas, tempat dan waktu. Sesuatu tidak akan langka kalau jumlah yang tersedia sesuai dengan kebutuhan, berkualitas baik, tersedia dimana saja dan kapan saja dibutuhkan.
b. Pilihan (Choices)
Dalam setiap masyarakat selalu didapat bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas banyaknya.


c. Biaya kesempatan (Opportunity Cost)
Ilmu ekonomi memandang manusia sebagai makhluk rasional, pilihan yang dilibatkan berdasarkan pertimbangan untung rugi dengan memandangkan biaya yang harus dikurangkan dan hasil yang akan diperoleh.
2. Kelangkaan adalah masalah mendasar yang harus dihadapi oleh semua sistem perekonomian sumber daya tidak cukup tersedia untuk menghasilkasn seluruh barang dan jasa yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.
3. Sistem ekonomi adalah suatu kumpulan lembaga dan kerangka kerja untuk mengkoordinir kegiatan ekonomi.
4. Topik utama yang dipelajari dalam ekonomi mikro adalah pilihan – pilihan individu, teori harga, dan ekonomi kesejahteraan.
5. Konsep biaya peluang menekankan masalah kelangkaan dan pilihan dalam ukuran berapa unit komoditi lain yang harus dikorbankan untuk bisa menghasilkan komoditi tertentu.

BAB II
MEKANISME PASAR
( Permintaan dan Penawaran )

Ilmu ekonomi muncul diabad 18 melalui buku Adam Smith yang dikenal sebagai “ The Wealth of Nations “ (1776). Karena itulah Adam Smith disebut sebagai Bapak ilmu ekonomi modern. Smith memandang perekonomian sebagai sebuah sistem. Sebagai sistem perekonomian memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan. Masalah ekonomi merupakan suatu gangguan keseimbangan. Kekuatan yang mamopu mengendalikan sistem ekonomi disebutnya sebagai “ Tangan Ghaib “ (Invisible Hand).
Pemikiran Adam Smith dikembangkan antara lain oleh J. B. Say, Thomas Matthew dan David Ricardo terbentuklah pemikiran tentang pasar.Pasar adalah tempat bertemunya permintaan dan penawaran. Mekanisme pasar adalah proses penentuan tingkat harga berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran.
1. Permintaan
Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode tertentu.

- Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang.
a. Harga barang itu sendiri
Jika harga barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang itu bertambah, begitu juga sebaliknya. Hal ini membawa kita ke hukum permintaan, yang menyatakan “ Bila harga suatu barang naik, maka jumlah barang itu yang diminta akan berkurang, dan sebaliknya “.
b. Harga barang lain yang terkait
Harga barang lain dapat juga mempengaruhi permintaan suatu barang, tetapi juga kedua macam barang tersebut mempunyai keterkaitan. Keterkaitannya dapat bersifat substitusi dan komplemen.
c. Tingkat pendapatan per kapita
Tingkat pendapatan per kapita dapat mencerminkan daya beli. Makin tinggi pendapatan, daya beli makin kuat, sehingga permintaan terhadap suatu barang meningkat.
d. Selera atau kebiasaan
Selera serta kebiasaan seorang juga dapat mempengaruhi permintaan. Misalnya beras walaupun harganya sama, permintaan beras per tahun di Propinsi Maluku lebih rendah dibanding dengan Sumatera Utara. Mengapa ? Karena orang – orang Maluku lebih menyukai sagu sebaliknya orang Sumatera Utara lebih menyukai beras.
e. Jumlah penduduk
Makin banyak jumlah penduduk juga dapat meningkatkan permintaan.
f. Perkiraan harga dimasa mendatang.
Bila kita memperkirakan harga bahwa harga barang akan naik adalah lebih baik membeli barang itu sekarang sehingga mendorong orang untuk membeli lebih banyak saat ini juga menghemat belanja dimasa mendatang.
g. Distribusi pendapatan
Tingkat pendapatan perkapita bisa memberikan kesimpulan yang salah distribusi pendapatan buruk. Artinya sebagian kecil kelompok masyarakat begitu besar perekonomian.
h. Usaha – usaha produsen meningkatkan penjualan.
Banyak cara yang dilakukan produsen agar penjualannya meningkat. Bujukan penjual besar sekali peranannya dalam mempengaruhi permintaan.


Hukum Permintaan
Hukum permintaan: Harga barang rendah maka semakin banyak permintaan terhadap barang tersebut, sebaliknya makin tinggi harga suatu barang, maka semakin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.
Kurva Permintaan
Kurva Permintaan adalah kurva yang menggambarkan hubunga antara harga barang tertentu dengan jumlah barang yang diminta oleh pembeli.






Gambar. 1. Kurva Permintaan
Ket : Pada harga setinggi OP 2 Jumlah yang diminta sebanyak OQ2. Jika harga turun menjadi menjadi OP, jumlah yang diminta bertambah menjadi OQ3 jumlah yang diminta berkurang.
Kenaikan atau penurunan permintaan secara singkat disebabkan oleh beberapa hal seperti :

1. Permintaan akan naik bila :
a. Orang / konsumen bersedia membeli jumlah yang lebih banyak sekalipun harga barang itu tetap / tidak berubah.
b. Orang / konsumen bersedia membeli barang sekalipun harga barang itu sudah naik.
2. Permintaan dikatakan turun jika :
a. Orang / konsumen akan membeli jumlah yang sedikit sekalipun harga yang bersangkutan tidak berubah.
b. Orang / konsumen akan membeli jumlah yang tetap hanya bila harga yang bersangkutan turun.
Ditinjau dari sudut pandang konsumen permintaan dapat digolongkan menurut :
1. Daya Beli Konsumen
a. Permintaan Efektif / Potensial yaitu permintaan konsumen akan barang dan jasa yang diimbangi dengan kemampuannya untuk membayar / memiliki daya beli tertentu.
b. Permintaan Absolut / Mutlak yaitu permintaan konsumen akan barang dan jasa yang tidak diimbangi dengan kemampuan untuk membayar atau memiliki daya tertentu.


2. Jumlah Permintaan Konsumen
a. Permintaan Individual, yaitu permintaan dari konsumen perorangan akan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sifatnya berbeda – beda.
b. Permintaan Pasar, yaitu permintaan dari semua konsumen perorangan yang ada dipasar akan barang dan jasa tertentu.
c. Permintaan Kolektif, yaitu permintaan akan barang dan jasa publik.
3. Hubungannya Dengan Pendapatan
a. Permintaan Konsumen (langsung), yaitu permintaan akan barang dan jasa yang langsung memenuhi kebutuhan.
b. Permintaan Pengusaha (Derivasi), yaitu permintaan akan peralatan produksi yang digunakan dalam proses produksi.
c. Permintaan Pemerintah, yaitu permintaan akan barang dan jasa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
d. Permintaan Pasar Luar Negeri, yaitu permintaan akan perorangan, pengusaha, dan pemerintah negara lain.
2. Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan adalah rasio antara perubahan relatif barang yang diminta dan perubahan relatif harga barang yang bersangkutan.
Macam-macam permintaan
a. Permintaan elastis ( Ed > 1 )
Kondisi elastisitas menunjukkan perubahan jumlah barang yang diminta relatif besar dibandingkan dengan perubahan harga.
b. Permintaan inelastik (Ed < 1)
Kondisi permintaan inelastik menunjukkan perubahan jumlah barang yang diminta secara relatif lebih kecil dibandingkan dengan perubahan harga
c. Permintaan unitary ( Ed = 1 )
Kondisi unitary menunjukkan perubahan jumlah yang diminta Permintaan elastis sempurna ( Ed = ~ / Tidak terhingga )
Kondisi elastis sempurna menunjukkan ada perubahan jumlah barang yang diminta meskipun harga tetap.
d. Permintaan inelastik sempurna ( Ed = 0 )
Menunjukkan tidak ada perubahan jumlah barang yang diminta meskipun ada perubahan harga tidak berpengaruh terhadap jumlah barang dan jasa yang di tawarkan. Penawaran inelestik sempurna ini sangat sulit di temukan dalam kenyataan sehari hari.
3. Pengertian Penawaran
Penawaran adalah jumlah keseluruhan barang / jasa yang ditawarkan atau ingin dijual oleh produsen di pasar dengan harga tertentu dan pada waktu tertentu.
Hukum penawaran
Hukum Penawaran menyatakan bahwa jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus (searah)dengan harga.
Artinya “ jika harga naik / tinggi, jumlah barang yang ditawarkan juga cenderung naik / tinggi dan jika harga turun / rendah jumlah produk yang ditawarkan juga turun / rendah “.
Penawaran dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
a. Penawaran Individual (Perorangan), yaitu penawaran dari penjual perorangan akan suatu barang dipasar.
b. Penawaran Pasar (Kolektif), yaitu penawaran dari semua penjual akan suatu barang di pasar.
Faktor – faktor yang mempengaruhi penawaran
a. Harga barang itu sendiri.
Jika harga barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah harga barang yang akan dihasilkan. Hal ini akan membawa kita ke Hukum Penawaran, yang menjelaskan sifat hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan penjual. Hukum penawaran menyatakan “ semakin tinggi harga suatu barang, ceteris paribus hal –hal lain tidak mengalami perubahan tersebut yang ingin ditawarkan oleh penjual dan sebaliknya “.
b. Harga barang lain yang terkait.
Barang-barang substitusi dapat mempengaruhi penawaran suatu barang misalkan, dikarenakan kenaikan biaya produksi diluar negeri, atau kenaikan tarif impor, baju yang diimpor menjadi mahal harganya. Konsumen baju impor sekarang lebih suka membeli baju buatan dalam negeri sehingga permintaan terhadap baju produksi dalam negeri meningkat. Kenaikan permintaan ini pada gilirannya akan mendorong para produsen dalam negeri untuk meningkatkan hasil produksinya, sehingga penawaran baju meningkatkan.
c. Harga faktor produksi
Kenaikan harga faktor produksi seperti tingkat upah yang lebih tinggi, harga bahan baku yang meningkat, atau kenaikan tingkat modal, akan menyebabkan perusahaan memproduksi outputnya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap. Kenaikan harga faktor produksi ini juga akan mengurangi laba perusahaan. Apabila tingkat laba suatu industri tidak menarik lagi, mereka akan pindah ke industri lain dan hal ini akan mengakibatkan berkurangnya penawaran akan barang.
d. Biaya produksi
Kenaikan harga input sebenarnya juga menyebabkan kenaikan harga biaya produksi. Dengan demikian, bila biaya produksi meningkat (apakah dikarenakan kenaikan harga faktor produksi atau penyebab lainnya), maka produsen akan mengurangi hasil produksinya, berarti penawaran itu berkurang.
e. Teknologi produksi
Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, dan menciptakan barang – barang baru dalam hubungannya dengan penawaran akan suatu barang. Kemajuan teknologi menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.
f. Jumlah pedagang / penjual
Apabila penjual suatu produk tertentu semakin banyak, maka penawaran barang tersebut akan bertambah.
g. Tujuan perusahaan
Tujuan perusahaan adalah memaksimalkan laba, bukan memaksimumkan hasil produksinya. Akibatnya, tiap produsen tidak berusaha memanfaatkan kapasitas. Produksinya secar maksimum tetapi akan menggunakannya pada tingkat produksi yang memberikan keuntungan maksimum.
h. Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi penawaran akan suatu barang. Di Indonesia, beras merupakan makanan utama kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor beras dan meningkatkan produksi dalam negeri guna tercapainya swasembada beras, meyebabkan para petani menanam padi tertentu yang memberikan hasil banyak setiap panennya. Kebijakan ini jelas menambah Supply beras dan keperluan impor beras dapat dikurangi.








Gambar. 2. Kurva Penawaran
Keterangan : “ Pada harga setinggi OP2 jumlah produk yang ditawarkan sebesar OQ2
Jika harga naik menjadi OP3 jumlah yang ditawarkan akan menjadi OQ3, dan
Jika harga turun menjadi OP1 jumlah yang ditawarkan akan berkurang OQ1
Fungsi permintaan pasar atau suatu barang ditunjukkan oleh persamaan QD = 20 – 3P, sedangkan QS = - 4 + 5P.
a. Berapa harga keseimbangan dan jumlah, keseimbangan yang terjadi di pasar.
b. Tunjukkan tingkat keseimbangan tersebut.
4. Harga Keseimbangan
Harga keseimbangan adalah harga dimana konsumen maupun produsen sama – sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi dan dijual. Permintaan sama dengan penawaran jika harga dibawah harga keseimbangan terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan terjadi kelebihan penawaran, jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun
Kasus Pasar Buah :
Permintaan : QD = 20-3P
Penawaran : QS = 4+5P
Qd = Qs = ribu
unit pertahun
P = Puluh Juta Perunit.
Keseimbangan Pasar :
Qd = Qs
20-3p = 4+5P
24 = 8P
P = 3

Qd = 20-3p Qs = -4 + 5p
20-3 (3) -4 + 5 (3)
Qd = 11 Qs = 11


5. Kegagalan Pasar
Pasar dapat menjadi alokasi sumber daya yang efisien , bila asumsi-asumsinya terpenuhi , antara lain pelaku bersifat rasional, memiliki informasi sempurna, pasar berbentuk persaingan sempurna dan barang bersifat privat. Proses pertukaran (Exchange) tidak terbatasi dimensi
Waktu dan tempat (Timeless Dan Placeless). Sayangnya kenyataan tidak seperti dunia ideal. Banyak asumsi tidak cocok dengan lapangan Akibatnya pasar gagal menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien.
a. Informasi Tidak Sempurna (Incomplete Information)
Dalam kenyataan kita tidak pernah tahu persis tentang kualitas barang yang digunakan. Misalnya ketika membeli mobil bekas. Untuk memperoleh informasi tentang mobil itu, seringkali harus membayar. Misalnya dengan menyewa montir mobil yang ahli mesin dan dapat dipercaya.Demikian juga perusahaan-perusahaan yang ingin merengkut pegawai. Untuk mengetahui kualitas calon pegawai , mereka terpaksa menggunakan konsultan, yang untuk menikmati jasanya, perusahaan harus membayar.
b. Daya Monopoli (Monopoly Power )
Asumsi para persaingan sempurna adalah produsen begitu banyak dan kecil sehingga secara individu tidak mampu mempengaruhi pasar (price taker).dalam kenyataannya sering terjadi dalam pasar hanya ada satu (monopoli) atau beberapa produsen (oligopoly ) yang begitu kuat. Mereka mampu mempengaruhi pasar de3ngan menentukan tingkat harga (Price setter). Kemampuan itu menyebabkan barang yang diproduksi lebih sedikit, harga yang lebih tinggi, dibandingkan dalam pasar persaingan sempurna.
c. Externalitas (Externality)
Externalitas adalah keuntungan atau kerugian yang dinikmati atau diderita pelaku ekonomi sebagai akibat tindakan pelaku ekonomi yang lain, tetapi tidak dapat dimasukkan dalam perhitunhan biaya secara formal. Misalnya, di Propinsi lampung banyak pabrik tapioka yang mencemarkan lingkungan dengan membuang limbahnya ke sungai. Kerugian yang diderita m,asyarakat yang sekitarnya tidak masuk dalam perhitungan biaya produksi tapioka. Akibatnya, walaupun secara finansial biaya produksi tapioka menjadi murah (tidak perlu investasi fasilitas pengolahan limbah). Secara erkonomis biayanya mahal, sebagian biaya itu ditanggung masyarakat dalam bentuk biaya sosial (Social cost)
d. Barang Publik (Public Goods)
Asumsi dasar lain yang sering kali tidak relevan adalah barang yang dipertukasrkan bersifat privat (rival dan ekslusif) Rival artinya, barang tidakdapat dikomsdumsi secara simultan (bersamaan) tanpa saling merugikan Eklusif artinya adalah siapa yang tidak mau membayar tidak dapat menikmati / memanfaatkannya nasi, misalnya merupakan barang privat . Bila satu kaleng Softdring sudah kita minum, (komsumsi) maka orang lain sudah tidak dapat mengkomsumsi sofidring tersebut. Dengan demikian diperlukan untuk memperolehnya ( bersifat eksklusif ). Beberapa barang privat juga bisa “dipecah- pecah” atau “dibagi-bagi” (bersifat divisible). Kalau kita makan dirumah makan misalnya, kita dapat memesan (membeli) nasi sebanyak seporsi. Atau Softdring dalam contoh diatas, kita dapat membeli yang botol besar atau botol kecil.

7. Pertanyaan Diskusi
1. Apa yang dimaksud dengan fungsi permintaan ?
2. Sebutkan hukum permintaan ?
3. Apa yang dimaksud dengan fungsi penawaran ?
4. Sebutkan faktor –faktor yang mempengaruhi permintaan !
5. Fungsi permintaan pasar atas suatu barang ditunjukkan oleh persamaan QD = 20 – 3P, sedangkan QS = -4 +5P. Berapa harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan dipasar ? dan tunjukkan keseimbangan tersebut dalam gambar !
Pembahasan
1. Fungsi permintaan menunjukkan hubungan antara kuantitas suatu barang yang diminta semua faktor yang mempengaruhi.
2. Hubungan yang berbanding terbalik (negatif) antara harga suatu barang dan kuantitas yang diminta akan barang tersebut.
3. Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara kuantitas yang ditawarkan dengan semua faktor yang mempengaruhinya.
4. Faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan :
a. Harga barang itu sendiri
b. Harga barang lain yang terkait
c. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan masyarakat
d. Selera dan kebiasaan
e. Jumlah penduduk
f. Distribusi pendapatan
g. Perkiraan harga dimasa akan datang
h. Usaha dan produsen meningkatkan penjualan
5. Keseimbangan pasar terjadi jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta
QS = QD
QS = QD  - 4 + 5P = - 3P  8P = 24
D = 3
Untuk menghitung jumlah keseimbangan B, harga keseimbangan (P = 3) disubstitusikan kedalam salah satu fungsi penawaran atau fungsi permintaan.
P = 3 masuk QD  QD = 20 – 3
Q = 20 – 3 (3) = 11
Tingkat keseimbangan pasar dalam gambar ditunjukkan oleh perpotongan QS dengan QD :









BAB III
TEORI PRILAKU KONSUMEN

1. Pengertian – pengertian dan Asumsi – asumsi Utama
Prilaku konsumen dalam menentukan alokasi sumber daya ekonominya. Tujuan yang ingin dicapai oleh konsumen adalah kepuasan maksimum.
a. Barang (Commodities)
Barang adalah benda dan jasa yang dikonsumsi untuk memperoleh menafaat atau kegunaan. Bila seseorang menkonsumsi lebih dari satu barang dan jasa, seluruhnuya digabungkan dalam bundel barang (Commodities Bundle). Barang yang dikonsumsi mempunyi sifat makin banyak dikonsumsi makin besar manfaat yang diperoleh contoh pakaian.
b. Utilitas (Utility)
Utilitas (Utility) adalah manfaat yang diperoleh karena mengkonsumsi barang. Utilitas merupakan ukuran manfaat suatu barang dibanding dengan alternatif penggunaannya. Utulitas digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh konsumen. Utilitas total (total utility / BU) adalah manfaat total yang diperoleh dari seluruh barang yang dikonsumsi. Utilitas Marjinal adalah tambahan manfaat yang diperoleh karena menambah konsumsi sebanyak 1 unit barang.
c. Pengetahuan Sempurna
Konsumen diasumksikan memiliki informasi yang sempurna berkaitan dengan keputusan konsumsinya. Mereka tahu persis kualitas barang, kapasitas produksi, teknologi yang digunakan dan harga barang dipasar.
2. Teori Kardinal (Cardinal Theory)
Teori kardinal menyatakan bahwa kegunaan dapat dihitung secara nominal, sebagaimana kita menghitung berat dengan gram atau kilgram, panjang dengan cm atau meter. Sedangkan satuan ukuran kegunaan adalah utilitas.
3. Teori Ordinal (Ordinal Theory)
a. Kurva Indiferensi (Indifference)
Ciri – ciri Kurva Indiferensi :
1. Semakin jauh kurva Indiferensi dari titik origin, semakin tinggi tingkat kepuasannya.Asumsi ini penting agar asumsi bahwa konsumen dapat membandingkan piliha nya terpenuhi kumpulan kurva indeferensi ( dinamakan peta indeferensi atau indeferensi map ) hanya mengatakan bahwa makin kekanan atas, tingkat kepuasannya semakin tinggi. Tetapi tidak dapat mengatakan berapa kali lipat.
2. Kurva indiferensi dari kiri atas kekiri kanan bawah dan cembung ke titik origin.
Asumsi ini menggambarkan adanya kelangkaan.-bila suatu barang makin langka. Harganya makin mahal. Hal ini di jelaskan dalam konsep Marginal Rate of Subtitution ( MRS YX) yaitu berapa banyak barang yang harus di korbankan untuk menambah satu unit barang X demi menjaga tingkat kepuasan yang sama.
3. Kurva Indeferensi tidak saling berpotongan
Asumsi ini penting agar asumsi transivitas terpenuhi







Gambar 3. Kurva Indiferensi

b. Garis Anggaran (Budget Line)
Garis anggaran adalah kombinasi konsumsi 2 (dua) macam barang yang membutuhkan (biaya anggaran) yang sama besar. Misalnya garuis anggaran dinotasikan sebagai BL, sedangkan harga P (Px untuk X dan Py untuk Y ) dan jumlah barang yang dikonsumsi adalah Q (Qx untuk X dan Qy untuk Y ), maka BL = P x Q x + Py. Qy.
c. Perubahan Harga Barang dan Pendapatan
Perubahan harga dan pendapatan akan mempengaruhi daya beli,diukur dari besarnya luas bidang segitiga yang dibatasi kurva garis anggaran.Bila luas bidang segiriga makin luas,daya beli meningkat.Begitu sebaliknya.
d. Kesimbangan Konsumen
Kondisi keseimbangan adalah kondisi dimana konsumen telah mengolakasikan seluruh pendapatan untuk komsumsi. Uang yang ada ( jumlahnya tertentu ) dipakai untuk mencapai tingkat kepuasan tertinggi ( maksimalisasi kegunaan ), atau tingkat kepuasan tertentu dapat dicapai dengan anggaran paling minim ( minimalisasi biaya )


e. Reaksi terhadap perubahan harga barang
Keseimbangan yang di capai dapat berubah karena pendapatan nyata berubah. Jika pendapatan nyata meningkat, konsumen dapat meningkatkan tingkat kepuasan nya. Sebaliknya jika pendapatan nyata menurun, dengan terpaksa konsumen menurunkan tingkat kepuasanya, disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang menurun. Salah satu faktor yang dapat mengubah pendapatan nyata adalah perubahan harga barang.
f. Kurva Harga Konsumsi ( Price Consumption Curve )
Perubahan harga salah suatu barang menyebabkan rasio harga berubah. Akibatnya barang yang harganya turun naik mejadi relatif lebih murah atau mahal dibanding barang lainnya. Perubahan ini menyebabkan pendapatan nyata berubah walaupun pendapatan nominal tidak berubah. Akhirnya jumlah barang yang dikonsumsi berubah karena tingkat keseimbangan konsumen juga berubah
g. Penurunan kurva permintaan ( Demand Curve )
Kurva permintaan ini di turunkan dalam batasan tiga asumsi :
a) konsumen berada pada kondisi keseimbangan
b) pendapatan nominal tidak berubah
c) Harga nominal barang lain tidak berubah
e. Permintaan individu dan permintaan pasar
Permintaan pasar adalaah jumlah permintaan individu-individu yang ada di pasar.
f. Kurva pendapatan komsumsi ( Income-Comsumption Curve )
Jika titik-titik keseimbangan tersebut di atas kita hubungkan maka terbentuk kuva pendapatan komsumen
g. Efek Subtitusi ( Subtitution Effect ) dan Efek Pendapatan ( Income Effect )
Ketika kita mengatakan bahwa jika harga barang turun maka permintaan terhadap nya bertambah atau sebaliknya, yang terlihat sebenar nya adalah total interaksi antara kekuatan pengaruh perubahan pendapatan dan perubahan harga terhadap keseimbangan konsumen .
Dengan perkataan lain, jika harga suatu barang turun, maka ada dua komponen yang di pengaruhi :
1. Harga relatif barang menjadi, sehingga bila konsumen bergerak pada tingkat kepuasan yang sama (kurva indiferensi awal ) dan pendapatan nyata di anggap tetap, maka konsumen akan menanmbah jumlah konsumsi barang yang harganya menjadi relatip murah dan mengurangi jumlah konsumsi yang harga nya menjadi lebih murah lagi dan mengurangi jumlah konsumsi barang yang harganya menjadi relatif lebih mahal. Inilah yang di sebut sebagai efek subtitus
2. Pendapatan nyata berubah menyebabkan .jumlah permintaan berubah. Jika perubahan ini di lihat dari sisi harga barang lain dan pendapatan nominal di anggap tetap, kita akan melihat efek pendapatan.
h. Barang inferior dan Barang Giffen
Efek substitusi selalu mempunyai hubungan berlawanan dengan perubahan harga jika harga suatu barang naik, permintaan nya menurun dan sebaliknya. Tidak demikian halnya dengan efek pendapatan.
Ada dua kemungkinan yang terjadi akibat kenaikan nyata terhadap permintaan:
1. Kenaikan pendapatan nyata menaikkan permintaan efek pendapatan positif barang tersebut adalah barang normal
2. Kenaikan pendapatan nyata menurunkan permintaan ( efek pendapata negatif ) hal ini terjadi pada barang inferior da barang giffen



4. Pertanyaan Diskusi
1. Apa perbedaan pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal ?
2. Apa yang dimaksud dengan kurva indiferensi ?
3. Tingkat utilitas yang diperoleh Febi dari minum Es Jeruk adalah :
U = 9X2 – X3 dimana U adalah Utilitas dan X adalagh jumlah minum Es Jeruk yang dikonsumsi (satuan per Unit sama dengan gelas)
a. Berapa gelas es jeruk yang harus Febi minum, agar utilitasnya maksimum ?
b. Gelas keberapa yang memberikan utilitas marginal maksimum ?
c. Gelas keberapa yang menyebabkan utilitas marginal minum es jeruk sama dengan 0 ?
d. Tunjukkan jawaban dengan tabel !
Pembahasan
1. Pendekatan kardinal menganggap bahwa utilitas bisa diukur dengan cara penjumlahan seperti, mengukur tinggi atau berat badan seseorang. Pendekatan ordinal menganggap bahwa utilitas tidak dapat diukur dengan cara penjumlahan.
2. Kurva Indiferensi, kurva yang menunjukkan konsumsibarang –barang yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama.
3. Jika U sama dengan 9X2 –X3 , maka MU 18X -3X2
Pembuktian dengan menggunakan tabel :
X U MU (Utilitas Marginal)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9 0
8
28
54
80
100
108
98
64
0 0
15
24
27  Gelas ke tiga MU maksimum
29
15
0  Gelas ke enam TU maksimum
-21
-48
-81  Gelas ke sembilan utilitas = 0
MU dalam tabel tidak dapat dibaca, sebagai U pada saat X = 1 dikurangi U pada saat X = 2, sebab arti matematis dari MU adalah perubahan U akibat perubahan konsumsi yang mendekati 0.


BAB IV
TEORI PRODUKSI
1. Pengertian Produksi
Produksi adalah suatu kegiatan yang menghasilkan barang.
Bentuk – bentuk organisasi perusahaan :
a. Perusahaan perorangan
Organisasi perusahaan yang terbanyak jumlahnya dalam setiap perekonomian.
b. Perusahaan Firma
Organisasi perusahaan yang dimiliki oleh beberapa orang.
c. Perseroan Terbatas
Bentuk perusahaan yang paling penting. Dinegara – negara maju sebagian beasr hasil produksi nasional diciptakan oleh perusahaan seperti ini.
2. Tujuan Produksi
Tujuan Produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka mencapai kemakmuran masyarakat
3. Bentuk Lain Organisasi Perusahaan
a. Perusahaan milik negara
Perusahaan milik negara adalah badan usaha yang pada umumnya dikeola oleh perusahaan perseroan terbatas.
b. Perusahaan Koperasi bukan untuk mencari keuntungan tetapi untuk melindungi kepentingan anggotanya.
4. Perusahaan Ditinjau Dari Sudut Teori Ekonomi
Didalam teori ekonomi, menganalisis kegiatan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi permintaan yang wujud dipasar.
5. Tujuan Perusahaan Memaksimalkan Keuntungan
Pemirsalah terpenting dalam menganalisis adalah mereka akan mengadakan kegiatan memproduksi sampai kepada dimana tingkat keuntungan mereka mencapai jumlah yang maksimum.
6. Fungsi Produksi
Hubungan diantara faktor – faktor produksi dan tingkat produksiyang diciptakan. Faktor produkasi dikenal pula dengan istilah Input dan Output yang menggunakan rumus sebagai berikut :
Q = F (K, L, R, T)
K = Jumlah stok modal
L = Jumlah tenaga kerja
R = Kekayaan Alam
T = Tingkat teknologi yang digunakan
Teori produksi dalam ilmu ekonomui dibedakan menjadi 2 (dua). Yang pertama teori produksi dengan satu faktor berubah, yang kedua teori produksi dengan dua faktor berubah.
a. Teori produksi dengan satu faktor berubah
untuk hasil lebih yang semakin berkurang menyatalan bahwa apabila faktor produki yang dapat berubah jumlahnya terus menerus bisa ditambah sebanyak 1 unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak bertambahnya tetapi seseudah mencapai satu tingkat tertentu produksi tambahan akan selalu berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif.
b. Teori produksi dengan dua faktor berubah
Analisis yang baru saja dibuat menggambarkan bagaimana tingkat produksi akan mengalami perubahan apabila misalkan satu faktor produksi lainnya dianggap tetap jumlahnya yaitu tidak dapat diubah lagi
7. Produksi Marginal
Produksi marginal yaitu tambahan produksi yang diakibatkan satu pertambahan satu tenaga kerja yang di gunakan.
= Pertambahan tenaga kerja
TP = Peratambahan produksi total

Produksi rata-rata yaitu produksi yang secara rata-rata dihasilkan oleh setiap pekerja, maka produksi rata-rata dapat dihitung :
AP = Produksi Rata – rata
TP = Produksi total
L = Jumlah tenaga kerja

8. Pertanyaan Dan Diskusi
1. Apa yang dimaksud dengan faktor produksi beserta contohnya
2. Berikan asumsi tentang prilaku produsen !
3. Apa yang dimaksud dengan input tetap dan output variabel !

Pembahasan
1. Faktor Produksi adalah benda – benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Contohnya :
- Tanah dan
- Sumber alam.
- Tenaga Kerja
- Modal
- Keahlian keusahawan


2. Asumsi –asumsi pokok prilaku produsen
a. Output dihubungkan dengan Inoput dan teknologi oleh fungsi produksi
b. Harga – harag Input dan teknologi diketahui produsen.
c. Produsen memilih Input dan teknologi
3. Input tetap adalah faktor yang kuantitasnya tidak tergantung pada Input. Input variabel adalah faktor – faktor produksi yang berpengaruh langsung pada output.


BAB V
TEORI BIAYA PRODUKSI

Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang di produksikan perusahaan tersebut :
1. Biaya produksi dalam jangka pendek
jangka pendek yaitu jangka waktu di mana sebagian paktor produksi ditambah jumlah nya jangka panjang yaitu jangka waktu dimana semua paktor produksi dapat mengalami perubahan. Berbagai pengertian biaya produksi jangka pendek keseluruhan biaya produksi yang di keluarkan produsen dapat di bedakan dua jenis pembiayaan yaitu biaya yang selalu berubah dan tetap. Biaya produksi marginal yaitu. Tambahan biaya produksi yang harus di keluarkan untuk menambang satu unit produksi
2. Biaya total dan jenis-jenis biaya total
biaya total adalah keseluruhan jumlah biaya produksi yang di keluarkan konsep biaya total di bedakan kepada tiga pengertian; biaya total ( TC ), biaya tetap total ( TFC ), biaya perubahan total ( TVC ):
TC=TFC+TVC
a. Biaya Tetap Rata-rata (AFC)
Untuk memprodukasi sejumlah barang tertentu adalah biaya (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut,nilai yang diperoleh adalah biaya tetap rata-rata.Rumus untuk menghituna biaya tetap rata-rata

AFC = TVC
Q
b. Biaya Berubah Rata-rata (AVC)
Apabila biaya berubah total (TVC) untuk memprodukasi sejumlah barang (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut,nilai yang diperoleh adalah biaya rata-rata dengan rumus sebagai berikut :
AVC=TVC
Q
c. Biaya Total Rata-rata (AC)
Apabila biaya total (TC) untuk memproduksi sejumlah (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut.
AC=TC
Q
Atau AC=AFC+AVC
d. Biaya Marginal (MC)
Adalah kenaikan biaya produksi yang dikeluarkan untuk menambah produksi sabanyak satu unit
MCn=TCn-TCn-1
MCn = Biaya Marginal produksi ke-n
TCn = Biaya Total pada waktu jumlah produksi adalah
n-1
TCn-1 = Biaya Total pada waktu jumlah produksi adalah
Bersamaan yang baru saja diterangkan diatas banyak digunalan apabila tabel/data yang diberi menunjukkan perubahan berbagai biaya apabila produksi tetap mengalami pertambahan sebanyak satu unit.
MCn = ∆TC
∆Q
BAB VI
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

1. Ciri – Ciri Pasar Persaingan Sempurna
a. Banyak penjual dan pembeli
Dalam pasar persaingan sempurna pengaruh individu(perperusahaan)terhadap penentuan harga relatif kecil.Dengan demikian,penjual individu tidak mempunyai pengaruh terhadap harga penjualan mereka karena harga tersebut ditentukan oleh kondisi permintaan dan penawaran.
b. Produk- produk homogen
Dalam sebuah pasar persaingan sempurna,produk yang ditawarkan oleh para penjual yang saling bersaing adalah identik.Artinya,produk tersebut secara fisik sama dan menurut anggapan konsumen semua produk tersebut serba sama antara satu dengan yang lainnya.
c. Pasar yang bebas adalah identik dimasuki dan ditinggal.
Oleh karena seseorang produsen/penjual hanya menghasilkan sebagian kecil saja dari barang/jasa yang ditawarkan,maka produsen dapat saja meninggalkan pasar dengan mudah atau memasukinya kembali
d. Konsumen mengetahui kondisi pasar
Kondisi pasar diketahui oleh konsumen sangat baik sehingga konsumen tidak akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kondisi pasar tersebut.
e. Faktor – faktor produksi yang bebas
Faktor-faktor produksi dalam pasar persaingan sempurna dapat bergerak dengan bebas karena banyaknya jumlah penjual/produsen.
f. Tidak ada campur tangan pemerintah
Harga ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran sehingga pemerintah tak dapat campur tangan dalam menentukan harga tersebut.
Konsekuensi dan ciri-ciri persaingan sempurna adalah sebagai berikut:
a) Masing-masing penjual hanya berperan sebagai price taker (penentu harga)
b) Kurva permintaan yang dihadapi oleh setiap penjual secara individu berbeda dengan kurva permintaan pasar.Permintaan pasar berslope negatif(menurun),sedangkan kurva permintaan yang dihadapi horizontal.
c) Produsen tidak perlu terlalu bersaing satu sama lain karena adanya homogenitas produk dan banyaknya produsen.
d) Penjual tidak mungkin mengadakan persaingan harga dengan maksud merebut pasar,karena harga adalah sesuatu yang harus diterima oleh masing-masing produsen.
e) Barang yang ditawarkan penjual akan laku berapapun jumlahnya tanpa mengalami penurunan harga.







Gambar. 4 Kurva Pasar Persaingan Sempurna
2. Keuntungan Pasar Persaingan Sempurna
a. Pasar persaingan sempurna tidak nampak kegiatan yang saling menyaingi antara penjual
b. Penjual tidak mungkin mengadakan persaingan harga adalah suatu yang harus diterima masing-masing produsen.
c. Barang yang ditawarkan penjual akan laku berapa pun jumlahnya tanpa mengalami penurunan harga.
d.Tidak mungkin mengubah bentuk barang untuk merebut pasar,karena adanya homogenitas barang.
e.Informasi tentang barang pasar telah diketahui oleh pesaing usaha untuk menyaingi perusahan lainnya juga tidak menghasilkan apa-apa karena jumlah saingan sangat tidak terbatas.
f.Konsumen tidak usaha beradu tegang tentang tawar-menawar harga barang,karena itu akan membuang waktu saja,harga tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun.
3. Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna
a. Pasar persaingan sempurna sulit dijumpai ,sebab
1. Homogenitas barang adalah syarat sulit dilaksanakan, sebab konsumen lebih sering datang ke pasar yang heterogen ( banyak pilihan alternatif)
2. Harga tidak dapat di tawar-tawar lagi, bagi masyarakat penghasilan menengah ke bawah masih meng hendaki adu tawar tentang harga di sesuaikan dengan daya beli.
b. Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi, menyebabkan kemajuan dalam hal kualitas dan kuantitas serta jenis barang yang memaksa adanya persaingan produk antar produsen
Dengan anggapan asumsi setiap perusahaan akan memaksimumkan keuntungannya, maka prusahaan akan memproduksi pada saat MC = MR. Keseimbangan pasar terjadi pada saat :
1. Semua perusahaan dalam pasar itu berada dalam posisi keseimbangandan,
2. Jumlah total produksi dari masing – masing perusahaan sama dengan jumlah total barang yang diminta konsumen
Dalam pasar persaingan sempurna, pergeseran kurva permintaan dan penawaran hanya terjadi kalau ada perubahan permintaan atau penawaran hanya terjadi kalau ada perubahan permintaan atau penawaran dalam jumlah besar.
Posisi keseimbangan perusahaan dalam jangka pendek terjadi bila keuntungan maksimum atau kerugian minimum yaitu pada saat MC = MR. Jadi ada kemungkinan yaitu:
1. Perusahaan mendapatkan laba maksimum
2. Perusahaan mendapatkan laba normal, dan
3. Perusahaan mendapatkan kerugian
Posisi keseimbangan perusahaan dalam jangka panjang, bila perusahaan individu dalam pasar masih memperoleh keuntungan maksimum, akan mendorong perusahaan lain untuk masuk pasar . dengan bertambah nya jumlah penawaran barang berakibat kurva penawaran bergeser ke kanan dan harga turun serta kurva permintaan yang juga kurpa MR akan turun sampai keuntungan normal.

4. Pertanyaan Diskusi
1. Apa yang dimaksud dengan pasar persaingan sempurna ?
2. Sebutkan ciri – ciri pasar persaingan sempurna ?
3. Apa sebab pasar persaingan sempurna sulit dijumpai ?
Pembahasan
1. Pasar persaingan sempurna yaitu, pasar yang penjualnya banyak dan pembelinya juga banyak sehingga tindakan masing – masing penjual tidak bisa mempengaruhi harga pasar yang berlaku baik dengan cara merubah harga penawarannya maupun harga barangnya.
2. Ciri – ciri pasar persaingan sempurna :
a. Banyak penjual dan pembeli
b. Produk- produk homogen
c. Pasar yang bebas dimasuki dan ditinggal
d. Konsumen mengetahui kondisi pasar
e. Faktor – faktor produksi yang bebas
f. Tidak ada campur tangan pemerintah
3. a. Homogenitas barang yaitu, syarat yang sulit dilaksanakan, sebab konsumen lebih sering kepasar yang heterogen.
b. Harga yang tidak dapat ditawar – tawar lagi

BAB VII
PASAR MONOPOLI
1. Pengertian Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah pasar yang hanya dikuasai oleh penjual, dengan demikian perusahaannya merupakan industri. Pengusaha dalam pasar monopoli tidak mempunyai saingan sehingga ia tidak takut pembeli tidak mau membelinya.
2. Penyebab Timbulnya Monopoli
a. Keadaan alam, misalnya kesuburan tanah dan bahan baku
b. Perlindungan pemerintah dan hukum
c. Memiliki modal yang besar baik secara individual maupun pengembangan diri
d. Mendapatkan kepercayaan dari masyarakat
e. Terbatasnya pasar,agar tetap menguasai produksi harus di kendalikan atau di batasi
3. Kelebihan Pasar Monopoli
a. Dapat memperoleh keuntungan lebih, maka perusahaan dapat melakukan program penelitian dan pengembangan sehingga di mungkinkan ada peningkatan kualitas barang da penurunan biaya produksi
b. Dapat melakukan spesialisasi , menggunakan teknologi canggih karena monopoli biasa nya di lakukan perusahaan besar
4. Kelemahan Pasar Monopoli
a. Distribusi pendapatan tidak merata
b. Adanya eksploisasi atau penindasan / pemerasan baik kepada konsumen atau pemilik faktor produksi
c. Terjadinya pemborosan sumber daya ekonomi
5. Campur Tangan Pemerintah Dalam Pasar Monopoli
a. Mengeluarkan undang-undang anti monopoli.
b. Membuka kesemptan impor barang, bila harganya lebih murah dari pada di hasilkan monopoli
c. Menetapkan harga maksimum
d. Menggunakan pajak, di bagi antara lain :
1. Pajak tetap per unit barang
2. Pajak lump sum : pajak yang di kenakan pada perusahaan tanpa memperhatikan jumlah produksi (misalnya pajak perusahaan) sehingga pajak ini merupakan biaya tetap pada perusahaan akibat nya bergeser hanya kurun AC saja.


6. Permintaan Dan Penerimaan Perusahaan Monopoli
a. Permintaan barang
Dalam pasar monopoli permintaan terhadap output perusahaan merupakan permintaan industri. Karena itu prusahaan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harga pasar dengan mengatur jumlah out put. Posisi perusahaan monopolis adalah penentuan harga.
b. Penerimaan total dan penerimaan marginal
Dalam pasar persaingan sempurna kurva TR berbentuk garis lurus di mulai dari titik(0,0). Dalam pasar monopoli besar nya TR sangat tergantung pada besar nya elastisitas harga :
• . Jika elastisitas harga lebih besar dari satu, untuk menambah out put 1%, harga diturunkan lebih kecil dari 1% Akibatnya TR naik yang berarti MR positif.
• . Jika elistisitas harga sama dengan satu , untuk menambah out put 1% harga harus diturunkan 1% juga TR tidak bertambah, yang artinya MR =0. pada saat itu nilai TR maksimum.
• Jika elistisitas harga lebih kecil dari satu, untuk menaikkan out put 1% harga harus di turunkan lebih dari 1% Akibat nya TR turun, yang artinya MR <0 ( negatif )
7. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek
Sebagai mana hal nya perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan sempurna, perusahaan monopoli juga harus menyamakan MR dengan MC agar mencapai laba maksimum
8. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang
Perusahaan monopoli tidak mempunyai masalah besar dengan keseimbangan jangka panjang, selama dalam jangka pendek memperoleh laba maksimum. Dalam pasar persaingan sempurna , laba supernormal menarik perusahaan lain untuk masuk kedalam industri sehingga dalam jangka panjang perusahaan hanya menikmati laba normal saja. Hal tersebut tidak berlaku dalam pasar monopoli. Hambatan untuk masuk menyebabkan perusahaan monopoli mampu menikmati laba supernormal, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang , bila tidak mampu mempertahankan daya monopoli nya.
9. Daya Monopoli (Monopoly Power)
Dalam kenyataan jarang sekali setruktur pasar tanpa persaingan . umumnya yang ada adalah satu atau beberapa prusahaan lebih dominan di banding perusahaan lainnya. Karenanya pengertian monopoli dalam teori ekonomi berbeda denga pengertian awam dalam kehidupan sehari-hari. Kaum awam membayangkan monopoli sebagai kemampuan melakukan apa saja untuk memperoleh laba sebesar-besarnya, perusahaan monopoli yang memiliki kekuatan tanpa batas, sehingga mampuh mengeruk laba tanpa batas pula.
Daya monopoli yaitu kemampuan perusahaan melakukan exploitasi pasar dalam rangka mencapai laba maxsimum adalah sebatas kemampuan mengatur jumlah out put dan harga. Daya monopoli dikatakan makin besar bila keputusan harga dan output perusahaan makin sulit dilawan oleh pasar.
. Lerner mengukur kemampuan perusahaan berlandaskan permintaan yang dihadapi perudahaan dengan menghitung angka indeks.
L = ( P – MC)
P
Dimana L = Indeks Lerner
P = Harga Output
MC = Harga marginal
Dari persamaan daya monopoli nilai L makin besar. Indeks Lerner mempunyai nilai antara 0 dan 1 dalam pasar persaingan sempurna daya monopoli adalah 0 (L = 0), karena dalam keseimbangan harga sama dengan biaya marginal (P = MC). Besarnya nilai indeks dipengaruhi :

a. Elasitas harga permintaan
b. Jumlah perusahaan dalam pasar
c. Interaksi dalam perusahaan.
10. Monopoli Alamiah
Perusahaan yang memiliki daya monopoli alamiah disebut monopolis alamiah.Perusahan ini mempunyai kurva biaya rata-rata (AC) jangka panjang yang menurun.Makin besar output yang dihasilkan makin rendah biaya rata-rata.Ini memungkinkan karena perusahaan memiliki kurva biaya marjinal (MC) yang juga menurun dan berada dibawah kurva AC.Perusahaan memiliki tingkat efisien yang makin tinggi bila skala produksi diperbesar.Perusahaan seperti ini mampu melakukan eksploitasi pasar.
11. Diskriminasi Harga
Kebijakan diskriminasi harga adalah kebijakan menjual output yang sama dengan harga yang berbeda-beda.Tujuan yang ingin dicapai adalah menambah laba perusahaan melalui eksploitasi surplus konsumen.
Ada beberapa syarat agar diskriminasi harga (berdasarkan elastisitas permintaan),dapat berhasil :


a. Perusahaan harus memiliki daya monopoli
b. Pasar dapat dibagi menjadi beberapa (minimal dua kelompok) yang elastisitas permintaan yang berbeda
c. Pembagian pasar harus efektif,dalam arti tidak memungkinkan terjadinya penjualan kembali dari konsumen yang menikmati harga rendah ke konsumen yang dibebani harga tinggi
d. MR ditiap pasar adalah sama agar diskriminasi harga menghasilkan laba maksimum.
12. Biaya Sosial Monopoli
Kekhawatiran akan dampak negatif dari monopoli ada benarnya.Sebab ada beberapa kerugian yang di alami masyarakat (biaya sosial) antara lain:
a. Hilang atau berkurangnya tingkat kesejahteraan konsumen
b. Memburuknya kondisi makroekonomi nasional
c. Memburuknya kondisi perekonomian internasional
13. Pengaturan Perusahaan Monopoli
Uraian tentang biaya sosial monopoli,menuntut upaya pengaturan atau pembatasan perusahaan monopolis.Tujuan pengaturan tersebut bukan sala menekankan biaya sosial monopoli,melainkan mengubah biaya sosial tersebut menjadi manfaat sosial.Melalui pengaturan,monopoli dapat diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ada banyak cara yang dibuat pemerintah dalam pengaturan monopoli.Misalnya dengan membuat undang-undang anti dengan monopoli,yang membatasi dan mengatur kemampuan perusahaan untuk memillki daya monopoli yang besar.
Dua cara lain yang akan dibahas agak rinci adalah pengaturan harga dan pengenaan pajak.
a. Pengaturan Harga
Yang dimaksud dengan kebijakan pengatutan harga adalah kebijakan menetapkan tingkat harga maksimum/tertnggi bagi perusahaan monopoli.Jika perusahaan monopoli menjual diharga maksimum,tidak dikenakan sanksi.Tujuan yang ingin dicapai dari pengaturan harga adalah membatasi perilaku eksploitasi keuntungan yang cenderung memproduksi dengan jumlah lebih sedikit dan menjual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan jika perusahaan beroperasi dalam pasar persaingan sempurna,bahkan dengan pengaturan harga,pemerintah dapat memaksa perusahaan untuk berprilaku seolah-olah beroperasi dalam pasar persaingan sempuna.


b. Pajak (Taxation)
Dalam pembahasan ini,kita mengasumsikan pajak yang diberlakukuan adalah pajak nominal perunit,Misalnya untuk tiap unut output yang dijual dikenakan pajak sebesar T.Walaupun kenaikan harga tidak sebesar pajak,pajak telah mengurangi kemampuan masyarakat untuk membeli output.Apakah berarti kebijakan pajak,tidak perlu ditetapkan? Kita harus ingat salah satu fungsi pajak adalah untuk mengarahkan alokasi sumber daya agar makin efisien.Jika barang dikenakan pajak adalah barang mewah,maka pengenaan pajak mendesak masyarakat mengurangi pembelian mobil pribadi dan menggunakan uangnya untuk membeli barang atau jasa yang lebih penting.
14. Aspek Positif Monopoli
Ada beberapa manfaat monopoli yang perlu dipertimbangkan :
a. Monopoli efisien dan pertumbuhan ekonomi
b. Monopoli dan efisien pengadaan barang publik
c. Monopoli dan peningkatan kesejahteraan masyarakat



8. Pertanyaan Diskusi
1. Apa yang dimaksud dengan pasar monopoli ?
2. Sebutkan kelemahan pasar monopoli ?
3. Apa yang dimaksud dengan diskriminasi harga ?

Pembahasan
1. Pasar yang hanya dikuasai oleh seorang penjual dengan demikian perusahaannya sekaligus merupakan industri.
2. a. Distribusi pendapatan tidak merata
b. Adanya eksploisasi
c. Terjadinya pemborosan sumber daya ekonomi
3. Diskriminasi harga adalah kebijakan menjadi Out put yang sama dengan harga yang berbeda-beda.


BAB VIII
PERSAINGAN MONOPOLISTIK

1. Karakteristik Pasar Monopolistik
a. Produk Yang Terdifferensial
Produk dapat dibedakan oleh konsumen dengan melihat siapa produsennya. Elastisitas permintaan persaingan monopolistik berada diantara pasar persaingan sempurna dan monopoli.
b. Jumlah Produsen Banyak Dalam Industri
Banyaknya perusahaan menyebabkan keputusan perusahaan tentang harga dan Output tidak perlu harus memperhitungkan reaksi lain dalam industri, karena setiap perusahaan menghadapi kurva permintaannya masing-masing.
c. Bebas masuk dan keluar
Laba super normal yang dinikmati perusahaan mengundang perusahaan pendatang untuk memasuki industri. Jika mereka mampu bertahan, dalam jangka panjang dapat mengalahkan perusahaan yang lain.

2. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek
Keseimbangan jangka pendek perusahaan tercapai bila MR = karena memiliki daya monopoli, walau terbatas, kondisi keseimbangan perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan monopolistik sama dengan perusahaan yang bergerak dalam pasar monopoli.
3. Pasar Persaingan Monopolistik dan Efisien Ekonomi
Pelanggan makin bersifat memilih,dimana permintaan jangka panjang
Menjadi lebih landai dibanding jangka pendek.Bagaimanapun pengaruhnya,perusahaan hanya akan dapat bertahan dalam jangka panjang jika mampu menikmati laba normal,pasa saat harga jual sama dengan biaya rata-rata (P=AC) .
4. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang
a. Harga jual masih lebih besar dari biaya marginal (P > MC)
Karena memiliki daya monopoli, perusahaan dalam pasar monopolistik mampu membebankan harga jual yang lebih tinggi dari biaya marginal (P > MC).


b. Kapasitas berlebih (Excess Capacity)
Telah dinyatakan karena bebasnya perusahaan keluar dan masuk dalam jangka panjang perusahaan yang beroperasi dalam pasar persaingan monopolistik hanya menikmati laba normal.
5. Persaingan Pengaturan Pasar Monopolistik
Ketidakefisien yang dihasilkan adalah tiusahaan yang beroperasi dalam persaingan monopolistik menimbulkan pertanyaan,apakah perlu pengaturan?Jawaban adalah tidak.
Hal ini berlandaskan tiga argumen :
a. Daya monopoli yang relatif kecil menyebabkan kesejahteraan yang hilang relatif kecil.
b. Permintaan yang sangat elastis.
c. Tidak efisien yang dihasilkan perusahaan beroperasi dalam pasar persaingan monopolistik diimbangi dengan kenikmatan konsumen karena beragamnya produk, peningkatan kualitas dan meningkatnya kebebasan konsumen dalam memilih output.



5. Pertanyaan dan Diskusi
1. Sebutkan ciri – ciri pasar persaingan monopolistik !
2. Bagaimana keseimbangan perusahaan dalam jangka pendek pada pasar persaingan monopolistik
3. Apa Pengaturan dalam pasar pasar persaingan monopolistik ?
Pembahasan
1. a. Produk Yang Terdifirensiasi
b. Jumlah Produsen Banyak Dalam Industri
c. Bebas masuk dan keluar
2. Keseimbangan jangka pendek perusahaan tercapai bila MR = MC karena memiliki daya monopoli, walau terbatas, kondisi keseimbangan perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan monopolistik sama dengan perusahaan yang bergerak dalam pasar monopoli.
3. Pengaturan persaingan pasar monopolistik :
a. Daya monopoli yang relatif kecil menyebabkan kesejahteraan yang hilang relatif kecil.
b. Permintaan yang sangat elastis.
c. Tidak efisien yang dihasilkan perusahaan beroperasi dalam pasar persaingan monopolistik diimbangi dengan kenikmatan konsumen karena beragamnya produk
peningkatan kualitas dan meningkatnya kebebasan konsumendalam memilih output.

BAB IX
PASAR OLIGOPOLI

1. Karakteristik Pasar Oligopoli
Dari definisi diatas kita dapat melihat beberapa unsur penting (karakter) pasar oligopoli
a. Hanya sedikit perusahaan dalam industri
b. Produk yang homogen
Dilihat dari sipat output yang dihasilkan, pasar oligopoli merupakan peralihan antara persaingan sempurna dengan monopoli, perbedaan sifat output yang dihasilkan akan mempengaruhi prilaku perusahaan dalam mencapai kondisi optimal ( laba maxsimum )
Penggolongan inimempunyai arti penting dalam menganalisis pasar yang oligopolistik.
Diluar unsur modal, rintangan untuk masuk kedalam industri oligopoli yang menghasilkan produk homogen lebih sedikit, karena pada industri oligopoli dengan produk diferensiasi sangat berkaitan dengan loyalitas konsumen terhadap produk ( merek tertentu )
c. Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi
Keputusan perusahaan dalam menentukan harga dan jumlah output akan mempengaruhi perusahaan lain nya, baik yang sudah ada ( existing firms ) maupun yang masih diluar industri ( potential firms )
d. Kompetisi non harga
Dalam upaya mencapai kondisi optimal, perusahaan tidak hanya bersaing dalam harga, namun juga non harga ( non pricing competition ) bentuk-bentuk kompetisi non harga antara lain adalah pelayanan purna jual serta iklan untuk memberi inpormasi, membentuk citra yangbaik terhadap perusahaan dan merek, serta mempengaruhi prilaku konsumen.
2. Faktor – faktor Tergantungnya Pasar Oligopoli
Ada dua faktor penting terbentuknya pasar oligopoli
a. Efisiensi skala besar
Dalam dunia nyata perusahaan yang umunya bergerakdalam bidang industri mobil,semen,kertas,pupuk, dan peralatan mesin,umum nya berstruktur oligopoli Teknologi pada modal (capital intensive ) yang dibutuhkan dalam proses menyebabkan efisiensi baru tercapai bila output diproduksi dalam skala sangat besar.




b. Kompleksitas manejemen
Berbeda dengan 3 (tiga) struktur lainnya (pasar persaingan sempurna, monopoli, dan pasar monopolistik), struktur pasar monopolistik ditandai dengan kompetisi harga dan non harga.
3. Keseimbangan oligopolis
Perusahaan yang bergerak dalam pasar oligopoli di sebut oligopolis (oligopolist ).sebagai produsen,keseimbangan terjadi bila maksimum tercapai.
a. Model Permintaan yang Patah dan Model ( Kinked Demand Model )
Konsekuensi dari pemikiran tersebut adalah perusahaan menghadapi 2 (dua) permintaan. Pertama sebut saja D1 adalah permintaan dengana sumsi pesaing tidak bereaksi terhadap strategi perusahaan. Permintaan ini sangat elastis. Permintaan kedua (D2) adalah jika pesaing bereaksi terhadap strategi perusahaan.
b. Model Kepemimpinan Harga (Price Leardership Model)
Dalam model ini perusahaan yang dominan mengambil inisiatif dalam penentuan harga. Tujuannya adalah untuk meningkatkan laba dengan membentuk kolusi secara implisit (implisit collusion)

c. Model permintaan yang patah dan model kepemimpinan harga
Dalam pembicaraan mengenai oligopoli dijelaskan tentang teori permintaan yang patah (Kinked Demand Curve) dari reaksi lawan. Seperti telah disinggung, hal ini didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan lawan akan mempunyai kecenderungan untuk mengikuti penurunan harga dari perusahaan yang oligopolistik. Tapi tidak akan mengikuti bila harga dinaikkan.Sedangkan price leadership merupakan keadaan di mana perusahaan-perusahaan akan mengikuti pemimpinnya,baik untuk harga maupun harga turun.
5. Duopoli
Duopoli adalah kegunaan khusus dimana dalam pasar oligopoli hanya ada 2 (dua) perusahaan :
a. Model Cournot
Model ini adalah keseimbangan duopolis yang tercapai bila biaya marginal adalah 0 (MC = 0). Dengan pembuktian matematis duopolis (apabila masing-masing perusahaan tidak saling berinteraksi ) akan mencapai keseimbangan bila output masing-masing perusahaan adalah separuh jumlah perusahaan pada harga = 0










c. Model Kepemimpinan (Stackellberg)
Mengasumsikan bahwa keputusan dua perusahaan dilakukan secara bersamaan










5. Pertanyaan Diskusi
1. Sebutkan ciri – ciri pasar oligopoli ?
2. Sebutkan faktor – faktor penyebab terbentuknya pasar oligopoli ?
3. Sebutkan model – model Oligopoli ?

Pembahasan
1. a. Hanya sedikit perusahaan dalam industri
b. Produk yang homogen
c. Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi
d. Kompetisi non harga
2. a. Efisiensi skala besar
b. Kompleksitas manejemen
3. a. Model permintaan yang patah dan model
b. Model kepemimpinan harga
c. Model permintaan yang patah dan model kepemimp





DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Lincolin, EKONOMI MIKRO, Edisi Kedua, 1997. BPFE Yogyakarta

Purvis, D. Douglas and Lipsey G. Richard, PENGANTAR MIKRO EKONOMI, edisi kesembilan, 1991, Bina Rupa Aksara, Jakrta.

Rasyidi Suherman, PENGANTAR TEORI EKONOMI, 2001 PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Sukirno, Sadono, PENGANTAR TEORI EKONOMI MIKRO, Edisi Ketiga, 2006. PT. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.